POSTTIMUR.COM, HALSEL – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa. Minimnya kegiatan yang melibatkan masyarakat dinilai menunjukkan lemahnya koordinasi Pemerintah Kecamatan dalam menghidupkan semangat perayaan kemerdekaan.
Sorotan tersebut disampaikan mahasiswa asal Desa Waikyon, Muhajir M. Hi. Jidan. Ia menilai pelaksanaan HUT RI di Kecamatan Pulau Makian sejauh ini masih terlihat monoton karena kegiatan yang paling menonjol hanya baris-berbaris yang melibatkan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Menurut Muhajir, keterlibatan pelajar dalam peringatan HUT RI tentu merupakan hal positif. Namun, semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial yang hanya melibatkan institusi pendidikan.
“Jangan sampai masyarakat melihat ini seperti HUT PGRI, bukan HUT RI. Karena yang terlihat hanya pelajar yang dilibatkan dalam baris-berbaris, sementara unsur masyarakat lainnya hampir tidak terlihat,” tegas Muhajir.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kecamatan Pulau Makian. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk membuat perayaan HUT RI kehilangan semarak.
Muhajir mengatakan, pemerintah kecamatan sebenarnya memiliki banyak pilihan untuk menciptakan kegiatan sederhana namun tetap melibatkan masyarakat. Koordinasi dapat dibangun bersama pemerintah desa, pemuda, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), PGRI, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Ia juga mempertanyakan minimnya keterlibatan PKK dalam rangkaian kegiatan HUT RI di tingkat kecamatan.
“Kalau anggaran terbatas, jangan berpikir semua kegiatan harus menggunakan anggaran pemerintah. Ada semangat gotong royong. Camat bisa mengundang kepala desa, PKK, pemuda, tokoh masyarakat dan organisasi lainnya untuk duduk bersama menyusun kegiatan yang sederhana tetapi meriah,” ujarnya.
Bagi Muhajir, kemampuan seorang camat tidak hanya diukur dari aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, koordinasi, serta menggerakkan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan merupakan ruang strategis untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan sosial antarmasyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kami tidak meminta kegiatan yang mahal atau mewah. Kami hanya meminta pemerintah kecamatan hadir dan mampu menggerakkan masyarakat. Kalau koordinasinya kuat, dengan anggaran terbatas pun HUT RI bisa tetap meriah,” kata Muhajir.
Ia berharap Pemerintah Kecamatan Pulau Makian melakukan evaluasi terhadap pola pelaksanaan kegiatan HUT RI dan mulai membangun koordinasi yang lebih luas dengan seluruh unsur masyarakat.
Muhajir menegaskan, kritik tersebut tidak dimaksudkan sebagai serangan terhadap pribadi Camat, melainkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi daerah.
“Ini kritik untuk perbaikan. Kami ingin HUT RI di Pulau Makian benar-benar menjadi pesta rakyat yang melibatkan semua unsur, bukan hanya pelajar,” tutupnya. (*)













