TIMURPOST.com, TERNATE — Masala Literasi di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) menjadi sorotan publik, pasalnya salasatu Taman Baca, yang terletak di Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Menjadi sorotan karena tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini DPRD Kabupaten Halmahera Tengah.
Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesi Halmahera Tengah (Hipmi-Halteng) Maluku Utara, Munawarsya Musa, kepada Crew POSTTIMUR.com, Mengatakan bahwa, “Taman baca di Desa Wedana tidak terurus oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Halteng, DPRD harus punya perhatian untuk mencerdaskan Generasi anak bangsa didaerah tersebut, ada 62 desa di 10 kecamatan, Program literasi harus dihidupkan dengan persediaan buku dan fasilitas penunjang lainnya dalam usaha untuk meningkatkan minat dan daya baca generasi pelajar yang belum bisa membaca karena ada beberapa kasus di Kabupaten Halmahera Tengah misalnya di Desa, ada anak-anak yang suda dibangku SMA tetapi belum bisa baca dengan lancar dan terbata-bata. ketakutan kita jangan sampai generasi buta huruf,” Ungkapnya Munawarsya.(8/1/2022)
“Sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentuk kelompok kerja Gerakan Literasi Nasional untuk mengkoordinasikan berbagai kegiatan literasi yang dikelola unit-unit kerja terkait”.
Gerakan Literasi Masyarakat, misalnya, sudah lama dikembangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikmas), sebagai tindak lanjut dari program pemberantasan buta aksara yang mendapatkan penghargaan UNESCO pada tahun 2012 (angka melek aksara sebesar 96,51%). Sejak tahun 2015 Ditjen PAUD Dikmas juga menggerakkan literasi keluarga dalam rangka pemberdayaan keluarga meningkatkan minat baca anak,” beber Munawarsyah yang juga aktivis HMI ini.
“Harus ada format untuk diseriusi seperti taman baca yang tidak di seriusi. Padahal itu suda memakan angaran daerah yang cukup besar, skema perpustakaan harus juga ada perpustakaan berjalan untuk anak-anak ditempat publik seperti Taman Kota Weda dan Taman Fagogoru sebagai Icon, juga di isi dengan aktivitas babaca dan diskusi bila perlu ada taman pintar dan setiap desa harus ada program minggu pintar untuk membantu pendidikan formal di sekolah untuk memudahkan tenaga pengajar Guru, jika ini kita seriusi sebagai prihatin bersama, maka kami Pelajar dan Mahasiswa Halteng siap mitra dengan Pemda dan pihak pegiat literasi seperti PKBM Were dan lainnya agar kolaborasi dalam mengatasi minim baca dan buta huruf di Halteng, sebagai langka menghidupkan Literasi disetiap desa”, harapnya.
“Karna memang minat baca juga dipengaruhi oleh lingkungan, maka yg harus diperhatikan adalah Ibu Kota Kabupaten Halmahera Tengah ini harus tersedia juga beberapa ruko dipasar untuk toko buku sehingga memberikan stimulus untuk menjemput rencana hadirnya kampus Politeknik di Halteng, Sehingga komitmen Sumberdaya Manusia (SDM) daerah jelas diperjuangkan secara bersama oleh semua pihak”.
Lanjut kata Munawarsya, Gerakan Literasi Nasional merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antar unit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuh kembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia. Gerakan ini akan dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak, mulai dari ranah keluarga sampai ke sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia terkhususnya Halteng.
Meningkatkan literasi bangsa perlu dibingkai dalam sebuah gerakan nasional yang terintegrasi, tidak parsial, sendiri-sendiri, atau ditentukan oleh kelompok tertentu. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua, dan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan publik dalam setiap kegiatan literasi menjadi sangat penting untuk memastikan dampak positif dari gerakan peningkatan daya saing ummat dan bangsa,” Tutupnya.
#tp/Fhata










