Sejarah Pulau Kusu dan Pesona Kusu Island Resord

Opini2322 Dilihat

Oleh : Asbar Buhari

(Mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya Unkhair Ternate)

Kisah pulau kusu itu sendiri Merupakan salah satu pulau yang indah dan menarik yang berada di desa Sabatang kec. Bacan Timur Kab. Halselel. Pulau kusu ini sudah bertahun-tahun pemerintah tidak memperhatikannya padahal pulau kusu memiliki pesona dan keindahan alamnya sungguh menyenangkan. Namun sekitar tahun 2015 para wisatawan berkunjung dan Mereke melihat suasananya yang membuat mereka tidak mudah untuk meninggalkannya.

Arti dari pulau kusu itu sendiri yang menggunakan dalam bahasa daerah atau dalam bahasa galela yaamng berarti “Skakarnamun keindahan alamnya di pulau kusu tidak skakar untuk kita Tempati dan mentapnya. Jika kita berada di puncak pulau kusu kita dapat melihat pesonanya laut yang tak kalah indah di sekeliling pulau kusu itu sendiri. Dan perlu kita ketahui Kisahnya atau legendaris pulau kusu itu ialah pulau yang posisinya kemiripan seperti seekor buaya yang sedang tidur dan keberadaan yang menyeramkan mulut buaya menghadap ke salah satu tanjung dan tanjung yang baru saja kita mendengar namanya saja kita sudah merasa takut belum kita nikmati suasana gimana rasanya sih pasti ngerih ? Ialah “Tanjung Neraka”. Tanjung neraka sangat disegani karena sudah mengalami kecelakaan kapal laut akibat arus laut terallu kuat.

Kisah pulau kusu merupakan titik paling wisatawan sering mengutamakan menaiki puncaknya yang diamana puncaknya memiliki suasana yang tak kalah indah dengan pulau – pulau lainnya. Yang terdapat hanya dua pohon atau yang satu disebut rumput padi dan yang satu lagi jambulan, disitulahyang lebih mmebuat mereka penasaran faktor apa sih ? Yang tejadi sehingga tak ada pohon pohon selain dua jenis yang ada di sekitarnya ? Yang dinamakan dengan “ PEA-PEA karena dilihat dari kejahuan sama seperti tak ada kayu yang tumbuh karena terlihat bersih dan indah dipandang.

Kisah pulau kusu sangat banyak namun kita mau menemukan yang lebih baik maka kita akan mendapatkan sejuta impian baru yang ada di Pulau kusu. Pulau kusu sendiri juga terdapat banyak kuburan atau disebut dengan karamat, yang sudah menjadi tradisi masyarakat desa Sabatang untuk selalu berkunjung atau melakukan ritual atau masyarakat desa Sabatang bilang ba antar Pondak itu dapat banyak dilakukan setiap hari raya idul Fitri agar selalu mengingat para orang tua – tua mereka. Pulau kusu atau sekarang sudah dibuat wisata kusu island resord memiliki mode bangunan Fila dan lain sebagainnya cukup menarik karena mereka membuat rumah gilanya dengan menggunakan daun saggu atau kita menyebutnya “Daun Katu “ setelah itu baru ditutupi dengan seng agar suasana bangunannya tidak terlalu panas. Di PEA – PEA, itu sendiri terdapat sebuah mata air yang keluar dari dalam tanah yang airnya tidka dapat kering seperti terjaidmusim panas tahun lalu pun air tersebut tidak pernah kering. Disamping mata air tersebut terdapat dua kuburan atau disebut karamat pulau kusu atau wisata kusu island resort sampai saat ini belum ada kata untuk mengijinkan wisatawan yang masuk untuk meramaikan kecuali yang sedang ada keperluan maka itu diijinkan karena kusu island resort masih tahap pembangunan sedang berjalan. Dan kusu island resort ini punya bahan” vila dengan menggunakan kayu yang hanyurdan terdampar di bagian pesisir pantai pulau kusu mereka dapat menggunakan untuk mmebuat meja dan lain sebagainya sehingga terlihat menarik desainnya sehingga tidak ada lagi kotoran – kotoran yang berhamburan di bagian pesisir panataikusu island resort .

Nah pertanyaan saya disini mengapa Pemerintah Desa ( PEMDES ), Sabatang tidak dapat mengolahnya ? jika PEMDES Desa Sabatang yang mengolahnya maka otomatis kan pemerintah dan masyarakat juga merasa senang mengapa demikian ? Karena jika ada wisatawan atau orang – orang yang berkunjung bisa menginap di gedung yang sudah disediakan kan berarti pemerintah juga bisa miliki kmebaliuang yang telah dipakai untuk membangun wisata namun pemerintah desa sabatang tidak dapat mengolahnya makanya jadi persoalan.

Karena sekarang PEMDA yang mengelolanya, nah logika saya begini ? Apakah sebentar nanti masyrakat Desa Sabatang dapat diijinkan untuk berdagang atau menjual seperti kelapa muda buah – buahan dan lain sebagainya. Nah kalau tidak diijinkan  berarti kita sebagai masyarakat desa sendiri gagal untuk menjaga pulau kita karena kita sebagai masyarakat setempat sudah diasingkan, maka dalam arti kita sudha hidup di atas kertas yang tidak ada isinya.

Kusu island resort itu sendiri belum ada kata peresmiaankarena sekarang masih taahap namun sudha hampir 99 %untuk mencapai titik akhir maka disitulah baru kita akan mengetahui kapan peresmian dan lain sebagainnya. Pulau kusu juga merupakan pulau yang sangat unik dan menarik, pulau kusu juga sekarang sudah lebih berkembang karena sudah adanya beberapa Fila yang dibangun oleh PEMDA di pulau kusu diperkirakan setiap para pengunjung yang menginap di pulau kusu atau Fila yang di nginap dengan biaya yang munkin sekitar 400 Rp.

Secara Geografis pulau kusu juga mengandung arti dan kebinekaan yang sangat mendalam pulau kusu yang berada di kabupaten Halmahera Selatan atau yang lebih dikenal dengan” Bumi Saruma “ maka tersimpan lah bumi sarumayang tak kalah indah dengan pulua – pulau lainnya, pulau yang sangat di andalkan bagi masyarakat Desa Sabatangkarena bagi masyarakat Desa Sabatang pulau kusu adalah pulau yang selalu memberikan kami kenyamanan dan keanekaragamannya makin membuat kita lebih menjaga dan merawatnya dan sekarang Pemerintah membuat tempat wisata agar lebih terjaga.

Dari segi ekonomi masyarakat Desa Sabatang hampir sebagian besar lagi yang mata pencahariannya ke laut atau Nelayan yang diamana mereka membuat pulau kusu sebagai tempat persinggahan mereka karena keberadaanya yang selalu terpanggil orang – orang untuk menyinggahi pulau tersebut,tiada terindah kecuali indahnya pulau kusu Itu sendiri.

Sekitar di bulan Agustus kemarin saya mendapat informasi bahwa ada PEMDA yang datang ke Desa Sabatang beserta para tenaga kerja yang mengerjakan bangunan di pulau kusu mereka bersama Pemerintah Desa Sabatang untuk lebih mempercepat pekerjaan mereka agar mereka dapat menikmatinya wisata kusu island resort.

Menurut informasi dari Kepala Desa Sabatang Umar Hi Mustafa mengatakan bahwa pertemuan yang dibahas oleh PEMDA HAL – SEL sekalian membahas keberlanjutan untuk membuat wisata yang disebut di tanah besar yaitu di Tuwadaatau pantai yang berada di desa sabatang yang berdampingan dengan tanjung neraka, mereka akan membuat pelabuhan besar untuk penyebrangan dari tanah besar atau tuwada ke pulua kusu lebih mudah dan cepat. Nah disini saya menimbulkan pertanyaan seberapa indahnya desa ku sehingga mereka dapat membuat wisata yang nantinya tak kala bersaing dengan wisata – wisata lainya sendiri .

Saya bertanya kepada Kepala Desa apakah wisata ini di minta biaya dari Pemerintah Desa Sabatang beliau mengatakan tidak mereka sendiri dari PEMDA yang menanganinya, beliau mengatakan wisata ini tidak akan membuat masyarakat desa sebatang kecewa namun akan membuat masyarakat desa Sabatang menjadi lebih nyaman. Ucapnya “

Di sisi agama bahwa pulau kusu ini juga terletak di salah satu desa yang namanya desa Sabatang yang penduduknya kurang lebih 600 jiwa orang yang memiliki kepercaya besar kepada agama Islam. Dan pulau kusu sendiri juga tidak sembarangan orang yang masuk atau turun kepulau kusu dengan berteriak atau apa itu sangat ditakuti namun pulau kusu itu sendiri salah satu pulau yang sudah dijadikan tempat yang indah bagi kalangan orang yang datang ke pulau kisi.

Kondisi sosial masyarakat desa Sabatang masih belum terlalu beroembanglah karena kondisi masyarakatnya dengan mata pencahariannya tidak bisa ke kabupaten kota untuk menjual hasil pencaharian mereka maka disitulah yang menjadi kondisi masyarakat desa Sabatang masih berkurang karena tidak mendapat keuntungan, karena aktifitas mereka ke kabupaten kota masih menggunakan kapal laut karena sektor jalan lingkar belum sampai ke desa Sabatang sehingga masih bisa dikatakan tertinggal informasi Karena itu jalur komunikasinya masih dianggap lambat. Jika kodisi sosialnya masyarakat desa Sabatang sudah menikmati jalan lingkar menuju kabupaten kota maka dsitulah baru kondisi sosial masyarakat desa Sabatang itu terlihat sejahtera, namun sampai saat ini belum terlihat. Padahal Desa Sabatang sendiri menjadi tempat perkumpulan beberapa desa lainya di saat setiap pertemuan para bupati beserta jajarannya itu melakukan evaluasi berada di desa Sabatang namun desa Sabatang sendiri atau kondisi sosialnya mereka tidak pandang padahal masih banyak yang kekurangan yaitu seperti jalan lintas menuju kabupaten kota.

Dan disisi lain masyarakat desa Sabatang yang mempertahankan budaya suku dan rasnya mereka mempertahankan suku budaya dan bahasa yang menjadi turun temurun para leluhur sehingga masyarakat desa sabatangsampai saat ini masih mempertahankan budaya atau tarian cakalele sebagai tradisi atau khas suku togale. Suku Galela ini samapai saat ini belum hilang cara Adat dan lain sebagainya, bahasa Galela dalam lingkungan desa Sabatang banyak sering dijumpai para tamu yang datang ada sering dikatakan sebagai raja dan mereka menyiapkan bahan bahan yang nantinya diberikan para tamu atau para pejabat yang jabatannya lebih tinggi dari pemimpin desa. Menurut masyarakat setempat bahwa pulau kusu ialah perisai bagi kami dan laut adalah tempat kami untuk mencari ikan untuk kebutuhan hidup karena lautan pulau kusu tidak semudah lautan yang dari dulu sampai sekarang masih besar pendapatannya di laut melainkan pendapatan yang di darat karena laut pulau kusu salah satu laut yang menyimpan berabagai macam ragam di dalamnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *