Tarif Naik Tak Sesuai Jarak Tempuh, SeOPMI Haltim Desak Bupati Batalkan Kenaikan Tarif Penumpang

TIMURPOST.com, TERNATE – Paska naiknya harga BBM jenis Pertamax pekan lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) dilingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Hal-Tim) pada hari Senin, (04/04) bertempat di Kantor Dishub, perwakilan Organda Bersama Kadishub telah menyepakati tarif angkutan umum untuk penumpang naik mendadak.

Kesepakatan trayek sesuai Berita Acara Kesepakatan Bersama Penetapan Tarif Angkutan Umum, 2022 dan jarak tempuh antar kecamatan di lingkup Hal-Tim sebesar:

Kota Maba – Buli. 43 KM. Rp. 70.000,- Buli – Subaim. 45 KM. Rp. 130.000,- Buli – Wayamli. 35 KM. Rp. 80.000,- Kota Maba – Maba Selatan. 38.5 KM. Rp. 80.000,- Subaim – Lolobata. 25 KM. Rp. 70.000,- Subaim – Nusa Jaya. 93 KM. Rp. 100.000,-

Sekretaris Jenderal Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia Halmahera Timur (SeOPMI HAL-TIM), Azwir Marsaoly ketika dihuhungi via WhatsApp oleh Crew POSTTIMUR.com. Selasa, (05/04/2022) mengatakan bahwa, kebijakan Pemda Haltim mengenai tarif penumpang di lingkup Kab Hal-Tim perlu ditinjau kembali.

“Karena penetapan tarif penumpang yg disepakati Dihub dan beberapa Organda Haltim pada hari senin kemarin tidak sesuai dan bertolak belakang antara tarif penumpang dengan jarak tempuh (KM) antar kecamatan,” Ungkapnya.

“Atas dasar apa pemkab Haltim menetapkan tarif penumpang tidak sesuai dengan jarak tempuh (KM), jika alasan penetapan tarif penumpang karena kenaikan harga BBM, seharusnya tarif penumpang yang jarak tempuhnya dekat lebih murah karena pengunaan BBM-nya sedikit yang terpakai,” Jelasnya.

Mantan Ketua Umum IPMB Malut ini juga sesal dengan surat penetapan Dishub dan perwakilan organda soal tarif penumpang yang berbanding terbalik ini. Masa tarif penumpang yang jarak dekat lebih mahal dibandingkan dengan penumpang yang jarak tempuh jau, padahal penggunaan BBM lebih banyak itu jau bukan yg dekat.

Kata Azwir soal, adanya perbedaan Tarif penumpang dengan jarak tempuh yang tidak rasional atau tidak masuk akal ini harus di seriusi oleh Bupati dan wakil bupati Hal-Tim, karena dishub dan organda menyepakati tarif penumpang ini hanya sepihak, pungkasnya.

“Ia juga meminta dan mendesak kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur agar memperhentikan surat edaran Dishub dan membatalkan kenaikan Tarif penumpang yang telah disepakati, hari Senin kemarin dan melakukan perubahan kembali agar penetapan tarif penumpang sesuai jarak tempuh,” Tegasnya Azwir.

#tp/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar