TIMURPOST.com, HALTENG — Sudah berbulan-bulan masyarakat beberapa Desa di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, harus membeli air bersih dari pedagang untuk keperluan sehari-harinya.
Hal ini dibenarkan salahsatu warga T4 Sunardi Jafar, katanya sejak akhir tahun 2021 sampi Januari 2022 ini masyarakat dapat menggunakan air bersih ketika mereka membeli dari pedang air profil.
“Masyarakat pulau Gebe T4 dan lingkungan sekitarnya telah mengalami Krisi air bersih, dan hal ini dari tahun 2021 sampai awal Januari tahun 2022 masyarakat setempat Masi saja dengan kondisi yang sama, yakni mereka Masi membeli air profil yang dijual oleh penggiat air profil,” ungkapnya.(22/1/2022)
“Harga air bersih yang dijual menggunakan profil tersebut sebesar Rp. 75.000/100 liter, sangat mahal namun mau bagaimana karena butuh terpaksa harus beli,” bebernya.
Sunardi Jafar, menyesalkan kinerja dari lembaga pengawasan air bersih dan sikap acuh yang ditunjukkan pihak Pemerintah Kecamatan Pulau Gebe.
“Padahal untuk pipa Air yang dipasang tidak mengalami kerusakan, namun karena lembaga pengawasan air bersih yang tidak serius menangani hal ini sehingga sampai sekarang tidak ada upaya perbaikan. Tak hanya itu, Pemerintah Kecamatan pun menunjukan sipaknya yang acuh terhadap keadaan, seolah tidak terjadi apa-apa di wilayahnya,” sesal anak muda Pulau Gebe ini.
“UUD 1945 telah mengamanatkan bahwa kesejahteraan masyarakat sangatla penting untuk diproritaskan oleh pemerintah. Akan tetapi realitas sosial untuk Gebe soal air bersi tidak di akomodir secara baik, sehingga memicu keresahan warga. Padahal di Pulau Gebe, bercokol sangat banyak IUP yang masuk diantaranya ada PT. MT, PT. ASM, PT. Bahtera dan PT. FBLN. Ternyata banyaknya infestasi di suatu daerah tidak memberikan dampak apa-apa malah sebaliknya membuat masyarakat semakin terpinggirkan dan melarat,” tukas Sunardi Jafar yang juga merupakan Ketua HPMPG ini.
“Maka kami Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pulau Gebe (HPMPG) mendesak kepada Pemerinta Daerah yakni Elang-Rahim, DPRD Halteng dapil II dan juga pemerintah Kecamatan Pulau Gebe, agar segera turun untuk melakukan pengecekan kendala air bersi yang selama ini dikeluhkan warga setempat dari tahun 2021 akhir bulan sampai awal tahun 2022 ini,” tandasnya.
#tp/Fhata

















