HMI Komisariat Persiapan Ahmad Dahlan Gelar Ngopi Bareng (Ngobrol)

Daerah, Maluku Utara1289 Dilihat

Foto : Kader HMI Saat Gelar Ngobrol di Gedung NBCL

TIMUROST.com, TERNATE — Himpunan Mahasiswa Islam HMI Komisariat Persiapan K. H Ahmad Dahlan mengagendakan ngopi bersama (Ngobrol) dengan temah “Menegaskan Intelektualisme HMI di Era Post Truth” dan kegiatan ini diselenggarakan di gedung NBCL Ternate Selatan depan kampus B Ummu Ternate pada Minggu malam, (21/11/2021).

Hasil Ngobrol HMI yang diselenggarakan oleh HMI Komisariat Persiapan K. H Ahmad Dahlan Fakultas Hukum UMMU Ternate. dengan kegiatan ini juga pengurus menghadirkan dua Narasumber diantaranya Ismail Maulud (Ketua Umum HMI Cabang Ternate 2016-2017) dan Nofrizal Amir (Akademisi Ummu Ternate) telah membawa kita mengenal hakikat Post Truth dan dimana Posisi HMI.

“Post Truth sebagai Istilah yang merujuk pada bagaimana Kebohongan merekayasa diri menjadi kebenaran atau Kebohongan yang dianggap benar. Fenomena Post Truth dalam tarikan Historisnya, berawal dari perang teluk oleh negara-negara yang berseteru pada tahun 1990-an sehingga menghasilkan Tulisan dari Steve Tesich yang berjudul The Goverment Of Lies dan berpuncak pada Pemilihan Presiden AS pada tahun 2016 hingga melebar pada pemilihan presiden Indonesia di tahun 2019,” ungkapnya Ketua Bidang PTKP.

Menurut  Nofrizal Amir. Kita perlu meragukan Eksistensi Post Truth” bahwa, kalau kita kaji secara sistematik, Apakah era sebelum Post Truth ada Era Truth. Sepanjang pencarian tidak saya dapatkan Era Truth atau Era kebenaran itu, Karena ini adalah keniscayaan dialektika sebagaimana Post Moderen lahir sebagai kritik dari Era Moderen, Renaisaince lahir sebagai anti tesis dari Era/abad kegelapan dan seterusnya. Olehnya menurutnya ia lebih sepakat kalau Post Truth diganti dengan Istilah Post-Jurnalis,” Jelasnya Akademisi Ummu itu.

Lain lagi dengan Narasumber yang kedua Ismail Maulud. Bahwa yang berangkat dari Tarikan sejarah yang sama dengan Narasumber pertama tapi punya Istilah lain dari narasumber pertama.

Menurutnya, Ia lebih sepakat kalau Era sekarang kita sebut dengan Era Post Humand (Dunia Pasca Manusia). Bukan tanpa alasan, sebab kehidupan sekarang memang berevolusi menuju kesitu.

“Kita menghargai pluralitas pemikiran sebagai keniscayaan. Dua Pendapat yang diusung sebagai hasil bacarita di formalkan dalam istilah masing-masing namun sama dalam aspek Esoterisnya. Artinya sama dalam tataran makna dan penjelasanya,” Ketua Umum HMI Cabang Ternate periode 2016-2017 memaparkan.

Didalam tubuh HMI, lanjut penjelasannya Nofrizal sendiri, Post truth tumbuh subur dan mekar didalamnya. Fenomena ini sering terlihat ketika menuju momen Akbar dalam Himpunan. Semisalnya Kongres, Konfercab, Musda bahkan tingkat RAK di Komisariat.

Post Truth dijadikan sebagai Strategi merebut kekuasaan lewat propaganda keji yang menyudutkan lawan/Musuhnya. Bahkan lebih tragisnya, Kader HMI banyak yang menjadi Korban Hoax/Berita bohong yang jika di kaji dalam pandang Post Truth, Emosional dan Keyakinan mendominasi Rasionalitas Kader HMI akhirnya berujung ada Mudahnya percaya pada berita bohong yang di poles dengan Narasi-narasi Kebenaran. Apalagi Berita/Informasi itu disampaikan Oleh alumni HMI yang secara politik memiliki Jabatan strategis di negara ini pasti langsung di telan tanpa di cek kadar kebenaranya,” Nofrizal mengistilahkan fenomena sebagai “Otoritas Tradisional”

Namun ada dua rekomendasi dari kedua narasumber diantaranya, bahwa kader HMI mesti menegaskan ulang Narasi Insan Akademisnya sebagai syarat untuk menuju pada jenjang Insan Pencipta, Insan Pengabdi, Insan yang bernafaskan islam dan insan yang bertanggungjawab atas terwujudnya Masyarakat Adik Makmur yang di Ridhai Allah SWT. Karena kualitas yang di Gembeng dalam dunia Akademiklah yang akan melahirkan Kualitas Kader HMi di jenjang selanjutnya. Kader HMI harus membentuk “Komunitas Belajar” sebagai langkah ihtiar untuk menghadapi Jebakan Zaman.

Barangkali dari kedua Rekomendasi diatas punya kesamaan tujuan. Tidak lain adalah bagaimana mengatur pola dan formula baru dalam tubuh Himpunan yang setiap saat mengalami Evolusi dan dinamika,” Harapanya Yusril Buang.

#tp/Fhata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *